Proses Penyusunan Dokumen Sertifikasi SMK3

Konsultasi Sertifikasi SMK3 Murah

Kami Siap memberikan konsultasi untuk seluruh INDONESIA

smk3

Proses mekanisme sertifikasi SMK3 harus dilakukan oleh pihak ketiga, dalam hal ini konsultan SMK3, mengapa demikian? hal ini mengingat sumberdaya dan waktu  dibutuhkan yang di butuhkan memakan waktu yang lama (6-9 Bulan). selama itukah?. dapat di percepat? BISA, selama top manajemen dan tim perusahaan memegang komitmen bersama.

Supa kita tidak berdebat masalah waktu , maka berikut ini kami mencoba share proses konsultasi dan sertifikasi SMK3 itu sendiri yang dimana sangat bahkan hampir sama dengan konsultasi dan sertifikasi ohsas 18001 serta sertifikasi internasional lainnya. yaitu :

1. Tahap pembuatan komitmen bersama

Hal ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan suatu organisasi/perusahaan. Langkah ini melibatkan lapisan manajemen dan sejumlah personel, mulai dari menyatakan komitmen sampai dengan kebutuahn sumber daya yang diperlukan, adapun tahap persiapan ini, antara lain:
– Komitmen manajemen puncak.
– Menentukan ruang lingkup
– Membentuk kelompok penerapan
– Menetapkan sumber daya yang diperlukan
Komitmen manajemen puncak harus dinyatakan bukan hanya dalam kata-kata tetapi juga harus dengan tindakan nyata agar dapat diketahui,dipelajari,dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh staf dan karyawan perusahaan. Seluruh karyawan dan staf harus mengetahui bahwa tanggung jawab dalam penerapan Sistem Manajemen K3 bukan urusan bagian K3 saja. Tetapi mulai dari manajemen puncak sampai karyawan terendah. Karena itu ada baiknya manajemen membuat cara untuk mengkomunikasikan komitmennya ke seluruh jajaran dalam perusahaannya. Untuk itu perlu dicari waktu yang tepat guna menyampaikan komitmen manajemen terhadap penerapan Sistem Manajemen K3.

2. Proses pengembangan dan penarapan

Proses ini berisi langkah-langkah yang harus dilakukan oleh organisasi/perusahaan dengan melibatkan banyak personel, mulai dari menyelenggarakan penyuluhan dan melaksakan sendiri kegiatan audit internal serta tindakan perbaikannya sampai melakukan sertifikasi. disarankan dalam pemilihan tim langsung di putuskan oleh manajemen dan tim harus memang bena2 pahap bisnis proses perusahaan.

Kami Siap memberikan konsultasi untuk seluruh INDONESIA

  3. Metode dokumen dan  Implementasi

Dalam penyusunan dokumen serta implementasi semua dokumen SMK3, perusahaan dapat menggunakan jasa konsultan dengan pertimbangan sebagai berikut:
– Konsultan yang baik tentu memiliki pengalaman yang banyak dan bervariasi sehingga dapat menjadi agen pengalihan pengentahuan secara efektif, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang tepat dalam proses penerapan Sistem Manajemen K3.
– Konsultan yang independen kemungkinan konsultan tersebut secara bebas dapat memberikan umpan balik kepada manajemen secara objektif tanpa terpengaruh oleh persaingan antar kelompok didalam organisasi/perusahaan.
– Konsultan jelas memiliki waktu yang cukup. Berbeda dengan tenaga perusahaan yang meskipun mempunyai keahlian dalam Sistem Manajemen K3 namun karena desakan tugas-tugas yang lain di perusahaan,akibatnya tidak punya cukup waktu.

4. Pembentukan tim kerja perusahaan

Jika perusahaan akan membentuk kelompok kerja sebaiknya anggota kelompok kerja tersebut terdiri atas seorang wakil dari setiap unit kerja. Biasanya manajer unit kerja, hal ini penting karena merekalah yang tentunya paling bertanggung jawab terhadap unit kerja yang bersangkutan. Fungsi dari tim ini antara lain:

– Menjadi agen perubahan sekaligus fasilisator dalam unit kerjanya. Merekalah yang pertama-tama menerapkan Sistem Manajemen K3 ini di unit-unit kerjanya termasuk merobah cara dan kebiasaan lama yang tidak menunjang penerapan sistem ini. Selain itu mereka juga akan melatih dan menjelaskan tentang standar ini termasuk memamfaat dan konsekuensinya.
– Menjaga konsistensi dari penerapan Sistem Manajemen K3,baik melalui tinjauan sehari-hari maupun berkala.
– Menjadi penghubung antara manajemen dan pekerjanya.

Tim ini juga berkewajiban untuk:
– Mengikuti pelatihan lengkap dengan standar Sistem Manajemen K3.
– Melatih staf dalam unit kerjanya sesuai kebutuhan.
– Melakukan latihan terhadap sistem yang berlangsung dibandingkan dengan sistem standar Sistem Manajemen K3.
– Melakukan tinjauan terhadap sistem yang berlangsung dibandingkan dengan sistem standar Sistem Manajemen K3.
– Membuat bagan alir yang menjelaskan tentang keterlibatan unit kerjanya dengan elemen yang ada dalam standar Sistem Manajemen K3.
– Mengembangkan sistem sesuai dengan elemen yang terkait dalam unit kerjanya. Sebagai contoh, anggota kelompok kerja wakil dari divisi suber daya manusia bertanggung jawab untuk pelatihan dan seterusnya.
– Melakukan apa yang telah ditulis dalam dokumen baik diunit kerjanya sendiri maupun perusahaan.
– Ikut serta sebagai anggota tim audit internal.
– Berperan aktif mempromosikan standar Sistem Manajemen K3 secara menerus baik di unit kerjanya sendiri maupun di unit kerja lain secara konsisten serta bersama-sama memelihara penerapan sistemnya.

5. Steering Commitee (P2K3)

Hal ini penting Untuk membantu tim dan Manajemen Representatif yang ditunjuk oleh manajemen puncak.
Di samping itu untuk mengawal dan mengarahkan kelompok kerja maka sebaiknya dibentuk panitia pengarah (Steering Committee), yang biasanya terdari dari para anggota manajemen. Adapun tugas panitia ini adalah memberikan arahan, menetapkan kebijakan, sasaran dan lain-lain yang menyangkut kepentingan organisasi secara keseluruhan. Dalam proses penerapan ini maka kelompok kerja penerapan akan bertanggung jawab dan melaporkan Panitia Pengarah. hal ini juga akan meningkatkan semangat tim secara psikologi demikian juga komitmen manajemen supaya tetap konsisten dengan komitmen awalnya. susunan tim ini terdiri dari ketua (top level manajemen), sekretaris (memiliki sertifikasi k3) dan anggota.

6.Penyusunan sistem, Sosialisasi dan Implementasi
Konsultan dan tim akan bersama-sama menyusun dokumen yang tentunya disesuaikan dengan bisnis proses perusahaan.  untuk membangun kesadaran semua karyawan dalam perusahan melalui program penyuluhan.
Kegiatan ini harus diarahkan untuk mencapai tujuan,antara lain:
– Menyamakan persepsi dan motivasi terhadap pentingnya penerapan Sistem Manajemen K3 bagi kinerja perusahaan.
– Membangun komitmen menyeluruh mulai dari direksi, manajer, staf dan seluruh jajaran dalam perusahaan untuk bekerja sama dalam menerapkan standar sistem ini. Kegiatan penyuluhan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan pernyataan komitmen manajemen, melalui ceramah, surat edaran atau pembagian buku-buku yang terkait dengan Sistem Manajemen K3. hal ini akan sangat membantu dalam menumbuhkan pengetahuan serta kesadaran semua karyawan bahwa keselamatan dan kesehatan pada lingkungan kerja itu sangat penting dan URGENT sifatnya.

Pelatihan awareness Sistem Manajemen K3.
Sosialisasi dapat juga di tempuh Pelatihan singkat mengenai apa itu Sitem Manajemen K3 perlu dilakukan guna memberikan dan menyamakan persepsi dan menghindarkan kesimpang siuran informasi yang dapat memberikan kesan keliru dan menyesatkan. Peserta pelatihan adalah seluruh karyawan yang dikumpulkan di suatu tempat dan kemudian pembicara diundang untuk menjelaskan Sistem Manajemen K3 secara ringkas dan dalam bahasa yang sederhana, sehingga mampu menggugah semangat karyawan untuk menerapkan standar sistem Manajemen K3.

Dalam awareness ini dapat disampaikan materi tentang :
* Latar belakang dan jenis Sistem Manajemen K3 yang sesuai dengan organisasi.
* Alasan mengapa standar Sistem Manajemen K3 ini penting bagi perusahaan dan manfaatnya.
* Perihal elemen, dokumentasi dan sertifikasi secara singkat.
* Bagaimana penerapannya dan peran setiap orang dalam penerapan tersebut.
* Diadakan tanya jawab.

Pada tahap ini jugalah semua dokumen yang telah disusun dan disepakati untuk langsung diimplementasikan.

7. Korektif
Kelompok kerja penerapan di bantu oleh konsultan  yang telah dibentukakan meninjau dan mengoreksi semua sistem yang sedang berlangsung dan kemudian dibandingkan dengan persyaratan yang ada dalam Sistem Manajemen K3. Peninjauan ini dapat dilakukan melalui dua cara yaitu dengan meninjau dokumen prosedur dan meninjau pelaksanaan .
* Apakah perusahaan sudah mengikuti dan melaksanakan secara konsisten prosedur atau instruksi kerja dari OHSAS 18001 atau Permenaker 05/men/1996.
* Perusahaan belum memiliki dokumen, tetapi sudah menerapkan sebagian atau seluruh persyaratan dalam standar Sistem Manajemen K3.
* Perusahaan belum memiliki dokumen dan belum menerapkan persyaratan standar Sistem Manajemen K3 yang dipilih.

8. Internal audit

9. Review Manajemen

10. PROSES SERTIFIKASI
Ada lima penyelenggara audit eksternal Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang telah mendapatkan Surat Penunjukan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI yaitu:
1. PT Sucofindo (Persero)
2. PT Surveyor Indonesia (Persero)
3. PT. Jatim Aspek Nusantara (JAN)
4. PT. Alkon Trainindo Nusantara
5. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) melakukan sertifikasi terhadap Permenaker 05 /Men/1996.

Namun untuk OHSAS 18001:1997 organisasi bebas menentukan lembaga sertifikasi manapun yang diinginkan. Untuk itu organisasis disarankan untuk memilih lembaga sertifikasi OHSAS 18001 yang paling tepat.
Bagaimana, apakah andan sudah paham dan karena sifatnya HARUS maka implementasi SMK3 jangan di tunda lagi, sebab persyaratan sertifikasi smk3 akan merupakan salah satu persyaratan di miliki apabila perusahaan anda akan mengikuti sebuah tender di pemerintahan.
Untuk konsultasi dan dokumentasi sampai pendampingan sertifikasi SMK3, silahkan menghubungi kami konsultan Proses Penyusunan Dokumen Sertifikasi SMK3 :

DP KONSULTAN
STC Senayan, Lt 4 Ruang 31-34
Jl. Asia afrika pintu IX-Gelora Senayan-Jakarta Pusat 10270
Telp : 021 92795135 I 73883134
Mobile : 0813801 63185 I 087884 302987

Advertisements

6 thoughts on “Proses Penyusunan Dokumen Sertifikasi SMK3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s